Selasa, 17 Juni 2014

Kumpulan Cerpen Cinta Terbaru

Cerpen Cinta – Pada kesempatan ini saya akan mencoba dan memberika sedikit cerita pendek tentang cinta, pasti anda semua sudah sering membaca cerita pendek yang lainnya, tapi disini cerita pendeknya agak berbeda dari yang lain. Berikut cerpen cinta buat anda :


Cerpen Cinta - Aku dan Kamu Sama

Bagaikan sebuah bunga yang tak dapat kugenggam ataupun kupetik begitulah dirimu, andai dapat kulakukan itu ingin kumiliki dirimu selamanya,

Terkadang impian ini ibarat sebuah cangkang telur kapan saja bisa pecah ataupun retak, dan aku tak ingin impianku untuk memilikimu retak seperti cangkang telur itu, dengan hembusan angin dan desiran pasir yang bersatu padu kucoba untuk mewujudkan mimpiku itu.

Ding… ding… ding… suara jam dinding berdetak aneh seolah bersekongkol dengan keadaanku yang aneh ini, aku pun berjalan searah dengan rumah tua peninggalan belanda yang berada tepat di depan rumahku, sepertinya rumah itu lebih tua dariku bahkan dari ayah atau bundaku, walau tampak agak menyeramkan dan seringkali membuat sang pejalan kaki tidak nyaman tetapi di dalamnya terdapat keluarga kecil yang tentram sebut saja keluarga Wijaya, paman Rizky wijaya adalah sahabat ayah 15 tahun terakhir ini, begitupun dengan bibi linda merangkap sebagai sahabat bunda tetapi yang aku harapkan Jonny dapat menjadi priaku bukan sebagai sahabatku yang selama ini dilihat oleh ayah dan bunda, Jonny adalah anak tunggal dari paman Rizky wijaya sejujurnya aku menyukai Jonny sejak aku berusia 15 tahun tepatnya pada saat aku duduk di kelas satu SMA, tak seperti ayahnya ia lebih tampak seperti bundanya, ia terlihat cantik saat aku pakaikan make-up atau jepit rambut ia juga memiliki rambut yang indah dan lebat, ia terlahir dengan julukan pria metros*ksual walaupun begitu aku tetap menyukai sifat Jonny yang sederhana dan anggun. Jonny dan aku adalah dua orang yang berbeda, aku seorang wanita tomboi dengan kuncir satu yang bernaung di kepalaku, sedang Jonny selalu berusaha untuk mengubah hidupku menjadi lebih feminim tapi alhasil dia yang kujadikan kelinci percobaan alat make-up bunda yang terbaru.

“nina… apa yang kau lakukan padaku!!!” jerit Jonny seraya aku melarikan diri “kau kira aku marmut atau curut apa? yang bisa kau jadikan kelinci percobaan gitu?” tuturnya lagi sembari mengejarku yang tak kunjung dapat “maaf, tapi untuk malam ini kamu sangat terlihat cantik, aku aja pengen macarin kamu!!!” jeritku pada Jonny yang mulai mendekat “kalau dapat, awas nanti!!! akan ku cium pake lipstik yang belepotan ini baru tau rasa!” ketus Jonny “iihh, takut, coba aja kalau berani…” tuturku sambil menghadap ke belakang tanpa melihat yang ada di depanku dan akhirnya brakkk… Jonny yang tak dapat mengerem pun ikut-ikutan terjatuh memasuki kolam ikan yang bujubuneng dalemnya…

Keesokan harinya luka yang cukup membuatku merintih kesakitan sepanjang malam terbesit, di dahiku yang kata orang-orang sih imut banget. berjalan menuju sekolah bukan ide yang bagus untuk sekarang ya… seperti biasa bunda gak akan mengijinkanku bolos sekolah hanya karena luka tanpa jahitan itu, “nina… bolos itu gak baik tau!!! ngotorin absen aja, trus masa Cuma gara-gara luka kecil kamu bolos, coba deh lihat Jonny anak wijaya walaupun tangannya digips atau kakinya patah dia tetep mau sekolah!” itulah celotehan bunda yang selalu mengiang-iang di kepalaku jujur saja aku sering kesal pada bunda, saat membandingkanku dengan Jonny, ya.. walau aku tau Jonny itu orangnya patuh buanget, tapi kalau tangan udah digips dan kaki patah? Apa masih mungkin dia sekolah? Dasar cowok abnormal, tak lama dari fikiran kotor itu menaungi kepalaku datanglah seorang pria yang tangannya bener-bener digips, ooh. aku sempat bengong, ternyata apa yang bunda omongin itu benar, TANGAN JONNY DIGIPS DAN DIA MASIH SEKOLAH!!!.
“hei Jonny… kenapa tu tangan?” tanyaku agak sliweran dengan mengusuk-usuk rambut yang memang sedari tadi berantakan
“ya nina ini semua salahmu!!!” ketusnya masih kesal dengan insiden berdarah yang melibatkan kami berdua semalam
“o… ma.. maaf deh aku mengaku salah” ucapku dengan cengiran gaya rockstar masa kini
“maaf-maaf, gampang banget ngomong kayak gitu! kalau kata guru fisika nih, harus ada timbal balik atau simbiosis mutualisme!”
“guru biologi kale… trus apa mau mu, Jonny?” tanyaku to the point
“he… kamu harus ngerjain tugasku, ngerjain PR ku, ngerjain semuanya deh… sampe aku bener-bener sembuh…” ucapnya dengan cengiran licik
“licik banget sih jadi orang!”
“mau gak?”
“ya udah kagak ape-ape dah… inget hanya sampe kamu sembuh kagak lebih…” ketusku malu-malu tapi mau, sebenernya enak sih nemenin Jonny terus kemana-mana, uhh.. sampe seumur hidup juga mau kok, tapi jaga gengsi aja aku bilang kayak gitu ke Jonny
“helo… nina? kenapa melamun? kamu terpesona dengan kegantenganku?” ucapnya sambil melambai-lambaikan tangan kirinya padaku
“idih… najis… muka mu aja kayak cewek, gimana mau gantengnya?” skak ku menghentikannya berbicara
“hey… muka-muka kayak gue ini lagi laku tau gak, di kalangan kaum hawa.. ya bisa dikatakan pretty boy lah.. oh, ya aku lupa kamu kan bukan cewek jadi gak mungkin bisa ngelihat ketampanan dan pesona aku kan?!” cibirnya
“kya~ Jonny Wijaya aku cewek tau!!!”
“ah… aku gak yakin…”
“ok apa mau kubuktikan?” tanyaku mulai serius
“ok. sebulan dari sekarang kamu harus temuin aku di tempat biasa jam 8 malem!” tuturnya yang agak membuatku bingung
“ngapain ke tempat itu?, malem lagi?” tanyaku
“kamu tuh banyak tanya banget ya! gini aja kalau kamu gak dateng berarti kamu bukan wanita dan inget datangnya harus pake gaun atau sejenisnya yang penting feminim..” skaknya padaku, ya.. awalnya aku bingung sebenernya apa yang ingin jonny lakukan tapi, apa boleh buat perjanjian telah disepakati dan aku harus pergi ke tempat dimana kami pertama kali bertemu yaitu di danau biru, diberi nama seperti itu sih katanya karena tuh danau kalau di lihat malem-malem akan bewarna biru, aku sih belum pernah lihat danau itu pada saat malam hari karena bunda dan ayah gak pernah mengijinkanku untuk kesana saat senja menjelang, boro-boro ke danau beli ttapokki di puteran komplek aja kagak boleh, makannya aku gak pernah bisa ke rumah Jonny pada saat malam atau sekedar duduk di teras Jonny, untungnya Jonny selalu bertamu ke rumah untuk sejenak bermain denganku. Oleh karena itu aku agak takut dengan tantangan Jonny kali ini, aku takut gak bakal diizinkan bunda ataupun ayah untuk menemuinya, ku rasa Jonny memang ingin membunuhku perlahan-lahan dengan jurus jitunya “membullyku”. Tapi aku harus kuat, aku pasti bisa! Seperti motto hidupku KEEP ONE SPIRIT, sebenernya sih, tuh motto diambil dari sebuah yel-yel fans salah satu band papan atas yang merangkap sebagai idolaku paling super-duper kuerennn deh…

Hampir setengah bulan berlalu Jonny mulai mempertanyakan tantangan yang ia berikan, ia gak terlalu yakin dengan kesungguhan ataupun keseriusanku dalam tantangan itu ya.. maklum Jonny telah mengetahui jika bunda dan ayah gak mungkin memperbolehkanku untuk keluar malem-malem.
Dan endingnya malam yang dinanti-nanti sudah tiba, aku mulai was-was dengan keadaan ataupun kondisi ini, aku takut gak bisa keluar dari rumah dan oo… besok aku pasti dibully habis-habisan oleh dasar Jonny tau aja kelemahanku.. tak berapa lama aku menunggu terdengar suara nyaring yang amat sangat ku kenal, ya, siapa lagi kalau bukan bunda. Ok perbandingan bunda dan ayah adalah tingkat persenan berapa banyak suara yang keluar dalam satu jam, ayah itu orangnya gak banyak ngomong dan yang pasti gak banyak ulah, dominan diam dan banyak bekerja.
“nina, bunda dan ayah mau pergi ke kondangan di senayan, jadi jaga rumah ya… Assalamualaikum” ucap bunda yang agak membuatku senang.
“sip deh bunda… Waalaikumsalam Wr. Wb” ucapku dengan senang dan sesegera mungkin mengenakan gaun malam yang bener-bener aneh di tubuhku, dengan panduan buku cara make-up bunda dan praktek pada Jonny then, ku warnai bagian mukaku dengan gak pedenya dan sebagai pemanis sepatu hak mbak cherry kupakai setidaknya dia tidak ada di rumah malam ini, dan satu peraturan lagi di rumah sebelum umur 17 tahun gak boleh keluar malem. Berhubung mbak cherry udah 17 plus nih, ya sah-sah aja buat dia keluar malem, ku rasa dia sedang beli sate di luar sana dengan bang Medy yang katanya sih ganteng mampus…
Kemudian ku tutup pintu dengan ragu, ku kendarai skuter cantik dengan telaten walau gaun ini sangat-sangat menggangguku, setibanya disana aku dijamu dengan pemandangan yang Subhanallah banget, danau yang tampak bagaikan timbunan berlian biru, sedikit bengong mungkin membuat seseorang yang di belakangku mengejutkan dengan suara agak berat, aku hanya berfikir mudah-mudahan yang datang adalah Zaky Mubarok atau Iman J-Rocks dah, tapi aku ingat yang di belakangku pasti Jonny Wijaya sang pria yang bener-bener aku cintai.
“nina…” panggilnya dengan lembut sembari ku membalikkan badan
“ya.. Jonny?” ucapku sontak terkejut dengan jas hitam formal yang dikenakannya, ia begitu tampan dengan potongan rambut poni menjuntai ditambah dengan wajahnya yang tak kusangka berubah menjadi manly itu
“indah ya?”
“bener, sangat indah.. Jonny… tantangan ini sudah selesaikan” tanyaku
“sudah… tapi, ada yang belum selesai…” tuturnya
“apa, yang belum selesai?” tanyaku sekali lagi
“seperti biasa kamu banyak tany. yang belum selesai tuh urusan kisah cinta kita…” ketusnya padaku dengan menggenggam bahuku sejajar dengan bahunya
“ish apaan sih…”
“Aku Mencintaimu!” ucapnya serius membuatku agak merinding tak menyangka
“nina jadialah wanitaku?”
“ohh, jadi aku jauh-jauh dateng kesini Cuma mau dengerin kamu ngomong lembek gitu doank..”
“ya?” tanya Jonny agak bingung
“kalau kamu mencintaiku, kamu harus nyebur ke danau itu dan teriak bahwa kamu benar mencintai ku lagian tanganmu itu kan sudah sembuh?” tuturku lumayan maksa, mungkin dengan cara seperti itu aku bisa melihat seberapa cinta Jonny padaku dan tanpa menunggu lama Jonny langsung memasukkan badannya ke dalam air dan said “Nina, Aku mencintaimu…”
Aku sedikit malu untuk menjawab bahkan dalam keadaan sepi seperti ini.
“kya~ Jonny Wijaya aku mencintaimu…”
Ucapku dengan wajah yang merah merona, dan tanpa kusadari Jonny menarik kakiku dan byurrr… “akhirnya jatuh juga” ucap Jonny dengan bibir yang agak membiru dan tertawa terbahak-bahak
“Jonny tuh kan basah, sayang dong gaun yang kupakai!!!”
“lebih sayang gaun atau aku?”
“ya, kamu lah Jonny Wijaya, hahaha” ketusku gokil.
Dan untuk sekali lagi Jonny memberikanku kejutan di samping danau terlihat banyak orang yang menyenteri kami dengan raut wajah bahagia bahkan tertawa dengan antusiasnya, dan eng-ing-eng bunda, ayah, paman wijaya dan bibi linda bahkan mbak Cherry dan Bang Medy pun ada, OMG geli banget basah-basahan dilihatin keluarga, oahhh Jonny Wijaya tak akan ku maafkan kau…
“ma, sukses kan?” tutur Jonny pada bibi linda yang hendak membantu Jonny keluar dari danau
“iya, tapi kamu keterlaluan lihat tuh sih nina basah semua, mana tuh danau dalem banget..” keluh bibi linda
“bunda, jangan khawatir dia itu pria jadi gak mungkin tenggelem”
“helo? kalau aku pria kenapa kau mau dengan pria sepertiku…”
“em… mungkin karena aku wanita kali ya…” ketus Jonny agak melambai membuat kami tertawa terpingkal-pingkal
“berarti kita itu sama gak ada bedanya…”
“maksudnya?”
“sama-sama abnormal…” jeritku pada Jonny
“ya udah berarti sekarang kita pulang, sebelum umur 17 tahun gak boleh keluar malem” tutur ayah yang sedari tadi diam membisu..
“ya… paman.. jadi gimana mau ngapel?” ketus Jonny membuatku malu
“untuk Jonny ada dispen” ucap bunda menyambung perkataan ayah
“bunda apaan sih”
Dan inilah ending dari kisah cintaku, Jonny sekarang jauh lebih macho daripada saat kami bertemu, dan sekarang aku mencoba untuk lebih feminim dari biasanya, Jonny terima kasih untuk cinta yang selalu kau bagikan kepadaku dan keluargaku, ku harap kita dapat seperti ini selamanya seperti kata-kata dalam fairytale yaitu happily ever after.
  • Cerpen cinta Karangan: Meri Andini
  • Blog: http://inmeriworld.blogspot.com
Semoga Dengan Cerpen Cinta diatas kita bisa memajukan karya sastra Indonesia dan Semoga Cerpen Cinta diatas sebagai motivasi kita dalam hal percintaan kita. Terima kasih

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar